Kamis, 27 Oktober 2011

Recehan




Suatu perbincangan di suatu tempat

A : lu pegangin recehan mo buat apaan tuh?
B : buat anak kecil yg di depan mesjid, emang knp?
A : lu kumpulin aja lagi dicelengan gitu.. lumayan tau setahun bisa nyampe sekitar gope (5oo rb)
B : oh ya.. lumayan banget, Alhamdulillah yah..
A: iya lumayan kan.. segitu bisa buat beliin apaan gitu..
B : justru Alhamdulillah.. berarti amal gw setahun sekitar segitu..
A : *glek

Apa yg kita makan, pasti habis. Apa yg kita simpan, belum tentu akan kita nikmati. Apa yg kita infaqkan, justru menjadi rizqi yg kita perlukan

Label: , ,

Rabu, 27 Juli 2011

Mental Pengusaha

bagus bgt nih utk di share untuk yg mau wirausaha... taken from twitnya @AidilAkbar
#MentalPengusaha #wiRABUsaha

#Menta
lPengusaha 1. Result oriented, hasil akhir dan prestasi #wiRABUsaha 1 wk ago via SocialScope

#MentalPengusaha 2: Asset Growth, bagaimana caranya agar aset & usaha saya berkembang dan besar #wiRABUsaha 1 wk ago via SocialScope


#MentalPengusaha 3: Mau melakukan apapun sendiri alias Mandiri, bs mengatur usaha n waktu sendiri #wiRABUsaha 1 wk ago via SocialScope


#MentalPengusaha 4: Disiplin tingkat tinggi dalam hal apapun #wiRABUsaha 1 wk ago via SocialScope


#MentalPengusaha 5: Manajemen waktu yg bagus, tidak membuang2 waktu utk hal sepele & tidak berguna #wiRABUsaha 1 wk ago via SocialScope


#MentalPengusaha 6: Selalu melihat dan mencari peluang baru #wiRABUsaha 1 wk ago via UberSocial for BlackBerry


#MentalPengusaha 7: Mampu memotivasi diri sendiri, plus motivasi orang lain #wiRABUsaha 1 wk ago via UberSocial for BlackBerry

#MentalPengusaha 8: Punya tingkat kreativitas yang tinggi #wiRABUsaha 1 wk ago via UberSocial for BlackBerry


#MentalPengusaha 9: Leadership leadership leadership, wajib punya karakter pemimpin #wiRABUsaha 1 wk ago via UberSocial for BlackBerry


#MentalPengusaha 10: Ngak takut sama resiko, apalagi resiko bisnis, dah biasa itu #wiRABUsaha 1 wk ago via UberSocial for BlackBerry


#MentalPengusaha 11: Decision, berani ambil keputusan, apalagi disaat genting #wiRABUsaha 1 wk ago via UberSocial for BlackBerry


#MentalPengusaha 12: Jadilah "petarung" ,siap utk bertarung di pasar & jenis usaha yg kita pilih #wiRABUsaha 1 wk ago via SocialScope


#MentalPengusaha 13: Berwawasan luas & update, makanya baca tuh internet/koran/majalah ekonomi&politik #wiRABUsaha 1 wk ago via SocialScope

#MentalPengusaha 14: Selalu ingin belajar hal-hal baru #wiRABUsaha 1 wk ago via SocialScope

Label: , ,

Senin, 11 Oktober 2010

8 "P" yang Bikin Pelanggan Setia



Jumat, 1/10/2010 | 12:16 WIB
KOMPAS.com - Pelanggan adalah raja. Ujar-ujar tersebut tidak salah. Karena karena merekalah usaha pebisnis bisa terus hidup dan berjalan. Maka dari itu, ada baiknya para pebisnis mengtahui apa yang penting dan diinginkan oleh para pelanggan. Berikut adalah paparan Cyltamia Irawan, penulis buku Secangkir Kopi untuk Sahabat Customer dan CEO lembaga konsultan Lentera mengenai 8 hal yang diinginkan pelanggan

1. Product Apa yang akan Anda jual? Produk atau jasa apa? Apakah hal tersebut memiliki keunikan? Apa bedanya dengan produk pesaing? Jika produk Anda sama saja dengan produk yang sudah ada dan tidak ada keistimewaan, orang sulit untuk mengenal Anda atau mau pindah dari tempat sebelumnya.

2. Price
Berapa harga yang ditawarkan? Ketahuilah, pelanggan pasti akan mencari harga yang lebih murah jika pelayanan, kualitas, dan produk yang ditawarkan sama saja. "Perbedaan harga itu penting. Jika Anda menjual produk seharga Rp 10.000 dan pesaing menjual dengan harga Rp 9.999, pasti akan berpengaruh. Tetapi jangan lalu jadi membiarkan terjadi persaingan harga terus menerus," jelas perempuan yang sering dipanggil dengan nama Tami ini di acara Beautifying Indonesia, Martha Tilaar Group beberapa waktu lalu di Jakarta Convention Center.

3. Place
Dimana dan channel apa yang digunakan? Lokasi strategis dan kemudahan akses akan menjadi hal penting dan menyenangkan bagi pelanggan.

4. Promotion
Ketahui apa yang kira-kira akan membuat pelanggan bergairah untuk membeli barang Anda? Gimmick promosi akan menjadi hal yang menyenangkan bagi pelanggan. Pelanggan tentu akan menghitung value yang bisa ia dapatkan dari harga yang ia keluarkan.

5. Process
Seperti apa pelayanan Anda? Misal, jika Anda pemilik salon yang menyediakan pelayanan creambath yang urutan umumnya sudah jelas, tentu pelanggan yang datang ke tempat Anda juga mengharapkan proses pelayanan yang jelas dan memuaskan, kan? Pelanggan pasti kesal jika ternyata urutannya berantakan dan malah bikin pusing.

6. People Siapa yang akan mengurus saya sebagai pelanggan? Bayangkan diri Anda sebagai pelanggan di sebuah salon. Tidakkah Anda akan mengharap bahwa orang yang mengurus Anda adalah orang yang kompeten, ramah, dan mengutamakan kenyamanan Anda? Sama seperti itu pula pelanggan lain mengharapkan pelayanan yang akan ia dapatkan .

7. Pace
Waktu adalah hal yang penting. Apalagi saat seperti sekarang ini. Pelanggan butuh pelayanan yang cepat. Siapa yang mau menunggu lama untuk dilayani? Penuhi kebutuhan pelanggan dengan waktu yang singkat.

8. Proof "Pelanggan adalah iklan berjalan!" ujar Tami. Tak percaya? Coba ingat-ingat, jika Anda pernah mengalami sebuah pengalaman pelayanan atau produk yang menyenangkan dan baik, tidakkah Anda akan merekomendasikan kepada orang lain? Pelanggan butuh bukti. Saat mereka terpuaskan, niscaya ia akan bawa orang lain ke tempat itu.

Label: , ,

Rabu, 03 Februari 2010

Tanpa Kartu Kredit





KOMPAS.com - Coba cek dompet kebanyakan warga di kota besar, pasti ada kartu kredit di dalamnya. Jumlahnya satu, hingga delapan kartu kredit.

Alasan kepraktisan, kemudahan, dan cicilan saat hati tergoda barang tertentu yang tak mampu dibeli tunai, menjadi daya tarik bagi kebanyakan mengisi formulir aplikasi kartu kredit yang semakin mudah saja didapatkan.

Ironisnya, para pengguna kartu kredit pun menyadari bahwa mereka tengah berhutang dari sekadar menggesek kartu kredit. Jika sudah mulai kapok memanjakan diri dengan kartu kredit, dan berniat berhenti dari ketergantungan, terima tantangan dan segera mulai langkahnya:

1. Atur keuangan, bayar semua hutang!
Segera sisihkan uang bulanan untuk membayar hutang kartu kredit, mulai dari kartu kredit dengan bunga tertinggi. Disiplinkan diri untuk mulai membayar bertahap semua hutang dan ingatkan diri sendiri untuk tidak lagi berhutang melalui kartu kredit. Begitu Anda sudah membayar semua kewajiban keuangan, Anda sudah memulai langkah awal hidup tanpa kartu kredit.

2. Merencanakan pengeluaran bulanan sesuai pos
Rencanakan keuangan bulanan dengan menyiapkan anggaran pengeluaran termasuk cicilan rumah, perlengkapan rutin bulanan, makan, transportasi, pakaian, dan entertainment. Aidil Akbar Madjid, perencana keuangan, menyarankan untuk menggunakan manajemen amplop dengan mengatur uang bulanan sesuai pos, termasuk untuk dana cadangan.

3. Mengubah pola hidup
Cermati kembali gaya hidup Anda, dan pangkas apa yang sebenarnya tidak terlalu penting untuk dilakukan. Akbar menyebutkan, hingga 80 persen gaji perempuan digunakan untuk entertainment, belanja barang diskon, dan ini merupakan pemborosan yang seharusnya bisa dihindari. Lebih mengkhawatirkan lagi, perempuan belanja dengan berhutang menggunakan kartu kredit. Artinya, perempuan menggunakan uangnya tanpa peduli sejauh mana bisa membayar hutang dan bunganya. Hidup tanpa kartu kredit sebenarnya bentuk pengorbanan atas kepuasan sesaat untuk mendapatkan tujuan jangka panjang yang lebih menguntungkan.

4. Gunakan kartu debit jika dibutuhkan
Kebiasaan Anda berbelanja kebutuhan dengan kemudahan pembayarannya, sebenarnya bisa diatasi dengan kartu debit. Anda tidak berhutang karena uang di rekening bank Anda sendiri yang digunakan untuk membayar kebutuhan. Kartu debit juga lebih praktis karena Anda tak perlu membawa uang tunai, bukan? Hampir di setiap toko sudah menyediakan layanan ini, jadi tak alasan Anda masih kecanduan kartu kredit.

5. Berkomitmen menyisihkan gaji untuk tabungan
Mulai membangun kebiasaan menabung dengan menyisihkan gaji bulanan sekecil apa pun nilainya, karena akan menyelamatkan masa depan Anda. Jika saldo rekening bank Anda terus bertambah, sewaktu-waktu Anda membutuhkan dana darurat untuk operasi besar misalnya, Anda tidak semakin tertekan dengan hutang karena bergantung pada kartu kredit.

Sudah siapkah berperang melawan kecanduan kartu kredit?

Label:

Jumat, 25 Desember 2009

Cara Mudah Menabung

Jumat, 11 Desember 2009 | 08:13 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com - Kebiasaan menabung orang Indonesia ternyata dari tahun ke tahun tidak berubah. Hanya 47 persen orang Indonesia yang sudah mulai menabung, serta hanya 29 persen yang taat kepada anggaran belanja yang dibuatnya. Demikian hasil Citi Financial Quotient Survey (Survey Kecerdasan Finansial) yang dilakukan setiap tahun.

Sebagai bagian untuk mengedukasi finansial bagi masyarakat Indonesia, Citi telah menayangkan program Uang Anda selama tiga tahun terakhir ini. Menurut Vice President Corporate Affairs Head Citibank N.A Sonitha Poernomo, pemirsa memberikan tanggapan positif dengan memberikan pertanyaan via email telah mencapai jumlah 150 email.

Dari pertanyaan yang masuk selama tiga tahun terakhir, sebut Sonitha, pertanyaan yang paling umum dan sering adalah:
Bagaimana saya bisa menabung dengan pendapatan yang pas-pasan?
Bagaimana cara berinvestasi? Apa yang paling menguntungkan?
Bagaimana memulai usaha dan usaha apa yang paling cocok untuk saya?

Menurutnya, ada 10 cara mudah menabung:

1. CATAT KEBIASAAN ANDA DALAM SEBULAN
Anda tidak perlu kaya raya untuk bisa menabung. Sebenarnya menabung itu sangat mudah, selama pengeluaran Anda lebih kecil dari pendapatan. Sebelum Anda memutuskan untuk menghemat pengeluaran yang mana, Anda harus tahu bagaimana kebiasaan Anda dalam mengeluarkan uang setiap bulannya.

Untuk itu cobalah mulai bulan depan untuk mencatat pengeluaran harian, mingguan dan bulanan. Gunakan buku kecil yang mudah dibawa kemana-mana. Jangan kaget kalau ternyata kebiasaan ngopi yang hanya Rp 25.000 per minggu, sebenarnya bisa mencapai Rp 2 juta setahun. Jika Anda menemukan hal-hal seperti ini, maka berhematlah dengan cara membuat kopi sendiri atau biasakan membawa botol air minum kemanapun Anda pergi. Begitu juga dengan pengeluaran yang lain, untuk beli baju tunggu saja waktu ada SALE dan tentukan batas anggaran yang bisa digunakan saat belanja.

2. SISIHKAN UANG UNTUK ANDA PRIBADI
Kunci kesuksesan menabung adalah untuk menyisihkan uang di awal, sebelum pembayaran hal-hal lain seperti membayar listrik, air dan cicilan. Tentukan tujuan jangka panjang dan secara reguler tabunglah uang Anda dalam tabungan ataupun investasi.

Jika Anda terbiasa untuk berbelanja dan baru berusaha menabung setelah ada sisa uang di akhir bulan, maka umumnya sisa uang yang ada di rekening Anda tidak banyak.

Jangan beri kesempatan untuk boros, siapkan dana hari tua, dana darurat, dan dana kuliah dengan cara automatic transfer. Setiap akhir bulan Anda akan merasa senang bahwa Anda sudah menyimpan sesuatu untuk masa depan.

3. TENTUKAN TANGGAL
Jika Anda mendapat gaji bulanan maka tidak akan bermasalah untuk menentukan tanggal untuk menyisihkan dana, tapi bagi Anda yang menerima upah/gaji tiap dua minggu, maka tentukan satu dari dua tanggal tersebut untuk menyisihkan dana yang akan ditabung. Jika Anda wirausahawan, tentukan tanggal di tengah bulan di saat Anda tidak membayar tagihan-tagihan.

4. BAYARLAH UTANG ANDA
Segera melunasi utang adalah salah satu cara terbaik untuk mempercepat Anda dalam menabung. Hal ini disebabkan karena bunga pinjaman lebih tinggi dari bunga tabungan.

5. JAGA TERUS DISIPLIN ANDA
Setelah utang terbayar, maka teruslah sisihkan dana setiap bulannya ke tabungan, bahkan lebih baik lagi jika tersedia pnarikan otomatis untuk in masukkan ke investasi.

6. MOTIVASI DIRI ANDA UNTUK MENCAPAI HASIL YANG BESAR
Tentukan apa yang Anda inginkan (Sofa Baru, Paket Liburan Keluarga, Home Theatre) dan ketahui berapa jumlah dana yang dibutuhkan, kemudian tentukan cara yang realistis seperti menabung reguler selama enam bulan.

Letakkan gambar yang menunjukkan apa yang Anda impikan di meja kerja, kamar ataupun dompet agar Anda selalu ingat tujuan Anda menabung. Jadi tiap kali ada godaan diskon ataupun SALE di mal, Anda tidak mudah tergoda.

7. BUKA REKENING YANG TIDAK BISA ANDA SENTUH
Untuk pembelian dengan jumlah yang lebih besar, seperti down payment untuk rumah atau mobil, menabunglah perlahan dengan memanfaatkan deposito. Rekening ini umumnya memiliki tingkat bunga lebih tinggi daripada tabungan biasa, dan jangka waktu yang periodenya telah ditentukan. Dengan demikian Anda tidak dapat menyentuhnya saat ada godaan untuk berbelanja, namun tetap dapat dicairkan saat terjadi keadaan darurat.

8. GUNAKAN CELENGAN ATAU TOPLES UNTUK KOIN ANDA
Uang dalam bentuk koin sering dianggap tidak penting, padahal jika dikumpulkan sesuai dengan pepatah “sedikit sedikit lama lama menjadi bukit” Di saat toples atau celengan penuh bisa menambah jumlah tabungan Anda atau dapat digunakan untuk kebutuhan seperti membeli buku tulis anak, hadiah kecil dan lain-lain.

9. KANTONGI BONUS & KEJUTAN LAINNYA
Setiap kali Anda menerima bonus atau hadiah dalam bentuk tunai, langsung masukkan ke rekening tabungan. Uang ini bukan bagian dari penghasilan reguler Anda, sehingga jangan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari Anda dan simpanlah. Jika Anda memiliki utang, gunakanlah dana ini untuk melunasi utang Anda.

10. BIASAKAN HIDUP HEMAT
Terdapat banyak cara untuk berhemat tanpa harus menderita. Bawalah makanan dan air minum dari rumah, gunakan transportasi umum, berhenti merokok, berlibur di saat yang tidak padat (low season), manfaatkan diskon agar memperoleh barang yang Anda “butuhkan” dengan lebih murah, dan masih banyak lagi.



Editor: Edj

Label:

Kecelakaan Finansial




KOMPAS.com
Apa yang mesti dilakukan agar kecelakaan finansial tidak menghampiri diri Anda?

Pertama, jangan pernah berutang kalau tujuannya hanya untuk membiayai nafsu konsumtif. Utang hanya layak dilakukan untuk kegiatan produktif yang bisa memberikan penghasilan. Utang untuk hal konsumtif, seperti kredit rumah dan kredit kendaraan, dapat dipertimbangkan jika angsuran masih terpenuhi dari penghasilan bulanan.

Penggunaan kartu kredit sekalipun bukanlah untuk berutang, melainkan hanya untuk kemudahan transaksi pembayaran. Jadi, bukan karena tidak memiliki uang, tetapi lebih karena faktor kepraktisan belaka.

Kedua, melakukan investasi dan proteksi secara bersamaan. Banyak kalangan beranggapan bahwa kalau sudah berinvestasi, persoalan selesai. Pada kenyataannya tidaklah seperti itu. Dalam berinvestasi pun, banyak kemungkinan terjadi kecelakaan finansial.

Itulah sebab ada istilah ”jangan menempatkan investasi dalam satu keranjang”. Prinsipnya sederhana, kalau seluruh investasi Anda dalam bentuk saham, misalnya, ketika pasar saham anjlok, bukan tidak mungkin seluruh investasi Anda akan menguap.

Oleh karena itu, investasi mesti diproteksi. Bagaimana caranya? Sebarkan investasi pada berbagai jenis, mulai dari yang berisiko rendah, sedang, dan tinggi. Dengan cara ini, sebenarnya investasi Anda sudah terproteksi. Konkretnya, kalau investasi Anda yang berisiko tinggi mengalami masalah, Anda masih memiliki ”cadangan” investasi di jenis yang berisiko rendah.

Itu adalah proteksi dalam konteks investasi. Di luar itu, proteksi untuk mencegah dampak negatif dari kecelakaan finansial bisa juga dilakukan dengan membeli produk asuransi. Sebagaimana contoh di atas, orang kerap kali mengalami masalah dalam memenuhi biaya anak.

Nah, salah satu cara mudah menghindari kecelakaan finansial yang terkait dengan biaya sekolah anak adalah dengan membeli polis asuransi pendidikan. Selain itu, berbagai produk asuransi lainnya, termasuk asuransi kesehatan, asuransi kecelakaan kerja, dan asuransi kematian, merupakan ”jurus” mengatasi risiko kecelakaan finansial.

Sebenarnya cukup banyak cara menghindari terjadinya kecelakaan finansial. Seperti kalau mengendarai kendaraan bermotor, sebelum dikendarai, tentu sebaiknya dilakukan pengecekan apakah segala sesuatu masih berfungsi dengan baik . Begitu juga dengan kegiatan finansial. Sebelum melakukan berbagai tindakan, tentunya mesti dipikirkan risiko dan kemungkinan terjadinya kecelakaan finansial.



Elvyn G Masassya, Praktisi Keuangan

Label: